Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil

Himpunan Mahasiswa Kimia Tekstil

Ide pembentukan HMJ (Mahasiswa Jurusan) sebenarnya telah mencuat sejak dulu. Namun pada pelaksanaannya mengalami banyak hambatan terutama kondisi kampus itu sendiri. namun berkat semakin kuatnya tuntutan untuk pembentukan HMJ, maka ide tersebut baru terealisir pada pertengahan tahun 1998 dengan ditandai terbentuknya Forum Keluarga Kimia Tekstil (FKKT).

Secara umum, tahapan dalam pembentukan HMJ (dalam hal ini HIMAKIT) dapat dikelompokkan menjadi tiga tahapan besar :

1. Tahap Persiapan

Dalam tahap ini, pembentukan HIMAKIT diawali dengan terbentuknya FKKT pada akhir tahun 1998 tepatnya pada bulan November yang mempunyai tugas untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan HIMAKIT.

  • Secara global tahapan ini meli[uti :
  • Pembuatan draft anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (bulan november 1998- mei 1999)
  • Persiapan sidang pleno pembentukan HIMAKIT

2. Tahap Pembentukan

Diawali dengan pembahasan draft AD/ART HIMAKIT pada sidang pleno FKKT sampai diperoleh AD/ART yang telah disahkan.

  • Sidang pleno ini melalui beberapa tahapan, yaitu :
  • Sidang pleno I (3 Oktober 1999), meliputi pembahasan AD/ART hasil rumusan FKKT
  • Sidang pleno II (1 November 1999), yaitu merupakan sidang pleno lanjutan dari sidang pleno I (masih membahas AD/ART)
  • Sidang pleno III (minggu pertama bulan Desember 1999), merupakan lanjutan sidang pleno II, meliputi pengesahan AD/ART HIMAKIT
  • Sidang pleno IV (minggu kedua Desember 1999), yaitu pembentukan Panitia Lembaga Tinggi (PALET)

3. Tahap Akhir

  • Pembentukan Dewan Mahasiswa Kimia Tekstil (DEMAKIT) pada tanggal 14 Februari 2000 oleh Palet
  • Pemilihan ketua BE HIMAKIT oleh panitia yang dibentuk oleh DEmAKI (April 2000)
  • Pelantikan ketua umum BE-HIMAKIT terpilih oleh HIMAKIT (30 Mei 2000)

 

Kita melihat bahwa perubahan itu tidak selalu konstruktif dan positif, tapi adakalanya perubahan itu destruktif dan negatif. Dengan sikap yang populis (peka terhadap realitas) kita bangun kesadaran dan kepedulian kolektif mahasiswa, karena SEKALI BERARTI SETELAH ITU MATI tulis Chairil Anwar mengisyaratkan perjuangan tanpa henti sampai batas kematian. Tentu saja hal itu tidak akan terwujud bila berjalan sendirian, butuh organisasi untuk merealisasikannya. Kita patut bersyukur karena kita memiliki organisasi yaitu HIMAKIT (Himpunan Mahasisa Kimia Tekstil), artinya kapal sudah ada tinggal nakhoda, awak dan penumpang kapal yang akan menentukan arah dan tujuan kapal tersebut.

Untuk itu mari kita bawa kapal itu pada tujuan kebaikan masyarakat pada umumnya kita sendir mahasiswa sebagai bagian masyarakat yang lebih mengedepankan rasionalitas, lebih mengutamakan pena dan tulisan dalam menyelesaikan masalah ketimbang menggunakan pedang dan perang. Untuk itu perlahan tetapi apsti melalui HIMAKIT kita jelajah dunia menembus kabut kegelapan melakukan perubahan, sebab mahasiswa dan pemudalah yang sekarang memegang kompas peradaban, seperti ucapan Soekarno "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugetarkan dunia".

 

Kembali ke atas ...
 Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil